Lagi, Sembilan Partai Daftarkan Bacaleg

bacaleg II 01 resized
bacaleg III 01a resized
bacaleg III 01b resized
bacaleg III 02 resized

Banda Aceh – Sembilan partai politik mendaftarkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) ke KIP Kota Banda Aceh pada dua hari terakhir pendaftaran bacaleg, Minggu-Senin (21-22/4). Dengan demikian, 15 partai politik telah mendaftarkan bacaleg yang akan duduk di DPR Kota Banda Aceh ke KIP Kota Banda Aceh.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftar pada hari Minggu (21/4), sedangkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Aceh (PA), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada hari Senin (22/4).

Ketua Pokja Pencalonan KIP Kota Banda Aceh Azhari menghimbau, bacaleg yang telah didaftarkan agar meluangkan waktu sejak 30 April s.d. 3 Mei mendatang. Sebab, bacaleg harus mengikuti Tes Uji Mampu Baca Al Quran yang rencananya akan diselenggarakan di SMPN 1 Kota Banda Aceh. Setiap harinya bacaleg dari empat partai politik, sesuai dengan nomor urut partai politik, akan mengikuti tes tersebut. [kipbna]

Advertisements

Lima Partai Daftarkan Bacaleg ke KIP Kota Banda Aceh

Bacaleg PDA resized
bacaleg PG resized
Bacaleg PNA resized
bacaleg PBB resized
bacaleg PD resized

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh menerima pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh dari Partai Damai Aceh (PDA) dan Partai Golkar (PG), Kamis (18/4). Selang dua hari berikutnya, giliran Partai Nasional Aceh (PNA), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Demokrat (PD) di Media Center KIP Kota Banda Aceh, Sabtu (20/4).

Dengan demikian, sudah ada 6 partai yang telah mendaftarkan bacaleg-nya ke KIP Kota Banda Aceh. Sehingga, tersisa 9 partai politik lagi yang belum mendaftarkan bacaleg menjelang 2 hari sisa waktu pendaftaran. Diperkirakan partai politik akan ramai mendaftarkan bacaleg-nya pada hari Senin, (22/4). [kipbna]

KIP Kota Banda Aceh Lantik PPK

Image

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh melantik 45 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Aula baru Pemerintah Kota Banda Aceh, Kamis (11/4). Penyelenggara Pemilu di tingkat kecamatan ini dilantik oleh Ketua KIP Kota Banda Aceh di hadapan Muspida Kota Banda Aceh dan Muspika se-Kota Banda Aceh. 

Ketua KIP Kota Banda Aceh Aidil Azhary mengungkapkan, PPK yang dilantik sudah dapat bekerja menjalankan tugas dan fungsinya. Ketua KIP Kota Banda kemudian menekankan, PPK harus memiliki kordinasi yang baik  dengan unsur-unsur Muspika di kecamatannya masing-masing. Sebab kordinasi yang baik merupakan bekal penting dalam menyukseskan penyelenggaran Pemilu. “Kalau kompak, kita bisa bekerja dengan baik,” tandasnya.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Drs. T. Saifuddin TA, M.Si. dalam kata sambutannya berpesan, PPK yang telah terpilih melalui tes tertulis dan wawancara harus menunjukkan intergitas, kapasitas, dan kapabilitasnya dalam melaksanakan tugasnya, yaitu membantu KIP Kota Banda Aceh dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 di Kota Banda Aceh. “Semoga pemilu 2014 berjalan dengan jujur, aman, dan tertib,” ujarnya. [kipbna]

PKS Daftarkan Caleg

Pendaftaran Caleg PKS resized

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh menerima pendaftaran Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Selasa (9/4). Pendaftaran didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Banda Aceh Subhan M. Isa dan Irwansyah Syafari di Media Center KIP Kota Banda Aceh, Jl. Madjid Ibrahim. DPD PKS Kota Banda Aceh mendaftarkan 30 caleg, yang terdiri 18 caleg laki-laki dan 12 caleg perempuan, untuk ikut dalam Pemilu 2014.

Ketua KIP Kota Banda Aceh Aidil Azhary yang hadir menerima pendaftaran mengatakan, PKS merupakan partai politik pertama yang mendaftarkan Calegnya ke KIP Kota Banda Aceh. Pendaftaran akan berlangsung hingga tanggal 22 April mendatang. Namun Aidil berharap, partai politik tidak menunggu hari terakhir pendaftaran untuk mendaftarkan Calegnya sehingga proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik.

Ketua Pokja KIP Kota Banda Aceh Azhari Amin mengatakan, pendaftaran berlangsung selama 14 hari penuh dari tanggal 9-22 April, termasuk hari Sabtu dan Minggu. Namun Azhari mengingatkan, KIP Kota Banda Aceh membuka pendaftaran dari pukul 08.00-16.00 WIB. Sedangkan di luar tanggal dan waktu itu, KIP Kota Banda Aceh tidak melayani pendaftaran Caleg. Karena itu, partai politik dihimbau untuk mendaftarkan Calegnya sesegera mungkin. [kipbna]

Jalan Sehat KIP Kota Banda Aceh

Image

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh menggelar gerak jalan bertema ‘Jalan Sehat Menuju Pemilu yang Jujur dan Adil’, Minggu (7/4). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng.Sc. dan diikuti oleh sekitar 610 peserta dari Muspida Kota Banda Aceh, instansi/badan/dinas di lingkungan Pemko Banda Aceh, KIP Kota Banda Aceh, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan partai politik peserta Pemilu 2014.   

Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng.Sc. menyatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan Jalan Sehat ini. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi semangat dalam penyelenggaraan Pemilu yang jujur dan adil sehingga dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas. Selain itu, kegiatan yang melibatkan 15 partai politik peserta Pemilu 2014 ini berdampak positif bagi hubungan silaturahim antar-partai politik.

Komisioner KIP Kota Banda Aceh Azhari dalam sambutannya menyampaikan, acara ini digelar setahun menjelang pelaksanaan Pemilu dan berlangsung serentak di seluruh Indonesia sebagai wahana sosialisasi kepada masyarakat bahwa Tahapan Pemilu 2014 telah dimulai. Dengan demikian, warga Kota Banda Aceh bersiap-siap untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2014 yang akan digelar pada 9 April 2014.

Jalan Sehat ini dimulai dari depan kantor KIP Kota Banda Aceh di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Banda Aceh. Selanjutnya rute melalui Lapangan Blang Padang – Pendopo Gubernur Aceh – Simpang Kodim 0101/BS – Mesjid Raya Baiturrahman dan berakhir kembali di kantor KIP Kota Banda Aceh. Peserta kemudian disambut dengan hidangan bubur kacang hijau yang menyehatkan dan alunan nada dari keyboard.

Kemudian acara ini juga dimeriahkan dengan penarikan undian untuk 34 peserta yang beruntung memperebutkan payung cantik, sajadah, kain sarung, mukena, jam dinding, rantang, setrika, dispenser, kipas angin, telepon genggam, dan kompor gas yang telah disiapkan KIP Kota Banda Aceh. Kemeriahan acara ini berakhir seiring matahari yang sudah meninggi di Minggu pagi di Kota Banda Aceh. [kipbna]

Sosialisasi Pencalonan Anggota DPR, DPRD Tingkat I, dan DPRD Tingkat II Pemilu 2014

sosialisasi pencalonan legislatif

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota kepada Partai Politik Peserta Pemilu 2014 di Aula Balai Praja Pemerintah Kota Banda Aceh, Sabtu (23/3).

Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KIP Kota Banda Aceh, Azhari Amin mengungkapkan, setiap partai politik berhak mencalonkan calon anggota legislatif (caleg) 100% dari jumlah kursi di daerah pemilihan (dapil) yang ada. Kemudian, partai politik juga harus memenuhi kuota 30% caleg perempuan di setiap dapil.

Ketentuan kuota 30% caleg perempuan pada setiap dapil diatur sebagai berikut; dapil dengan 1-3 kursi: 1 caleg perempuan, 4-6 kursi: 2 caleg perempuan, 7-10 kursi: 3 caleg perempuan, dan 11-12 kursi: 4 caleg perempuan.

Lalu KPU mengharuskan 1 caleg perempuan dari setiap 3 caleg pada daftar caleg yang diajukan ke KIP Kota Banda Aceh. Termasuk mengenai urutannya, caleg perempuan tidak boleh dikumpul di urutan paling belakang. “Prinsipnya, dari setiap 3 caleg harus ada 1 caleg perempuan,” ujar Azhari.

Jika ada 6 caleg, caleg perempuan tidak boleh berada di urutan 4 dan 5, 4 dan 6, atau 5 dan 6 sekaligus. Jadi, caleg perempuan hanya boleh di urutan 1 dan 2, 1 dan 3, 1 dan 4, 1 dan 5, 1 dan 6, 2 dan 3, 2 dan 4, 2 dan 5, 2 dan 6, 3 dan 4, 3 dan 5, serta  3 dan 6.

Sedangkan persyaratan administrasi lainnya, caleg minimal berusia 21 tahun dengan pendidikan minimal SMA. Caleg yang berstatus sebagai aparat pemerintahan (TNI, Polri, PNS, perangkat desa) harus bersedia mundur secara permanen dari posisinya dengan melampirkan surat keputusan pemberhentian dari pejabat yang mengangkatnya. [kipbna]

Konsultasi Publik Penataan dan Penetapan Daerah Pemilihan Kota Banda Aceh

Konsultasi Publik Dapil 001 resized

Banda Aceh – KIP Kota Banda Aceh menggelar Konsultasi Publik tentang Penataan dan Penetapan Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Banda Aceh untuk Pemilu 2014 di Aula Praja Pemko Kota Banda Aceh, Kamis (28/2). Melalui pertemuan ini, KIP Kota Banda Aceh menjaring masukan untuk Dapil yang akan diusulkan ke KPU melalui KIP Aceh. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua KIP Kota Banda Aceh.

Hadir pada pertemuan ini perwakilan dari DPR Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh T. Samsuar, perwakilan dari Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Banda Aceh, Asisten Tata Pemerintahan Pemko Banda Aceh, dan perwakilan dari partai politik se-Kota Banda Aceh.

Anggota KIP Kota Banda Aceh Mahfudh memaparkan, mengacu pada kepada peraturan dan perundangan yang berlaku penataan Dapil harus memperhatikan beberapa prinsip, antara lain: kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proporsional, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas masyarakat, dan kesinambungan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, KIP Kota Banda Aceh mengusulkan tiga alternatif. Namun diskusi yang berlangsung hangat tersebut kemudian sepakat mengusulkan Dapil Kota Banda Aceh memiliki lima Dapil:

  1. Dapil 1 meliputi Kecamatan Meuraxa dan Kuta Raja dengan 4 kursi,
  2. Dapil 2 meliputi Kecamatan Kuta Alam dengan 6 kursi,
  3. Dapil 3 meliputi Kecamatan Syiah Kuala dan Kecamatan Ulee Kareng dengan 7 kursi,
  4. Dapil 4 meliputi Kecamatan Baiturrahman dan Kecamatan Lueng Bata dengan 7 kursi,
  5. Dapil 5 meliputi Kecamatan Jaya Baru dan Kecamatan Banda Raya dengan 6 kursi.

 

Ketua KIP Kota Banda Aceh Aidil Azhary menegaskan, KIP Kota Banda Aceh tidak memiliki kewenangan memutuskan Dapil. Kewenangan tersebut sepenuhnya milik KPU. KIP Kota Banda Aceh hanya berhak mengusulkannya ke KPU melalui KIP Aceh. Untuk itu, KIP Kota Banda Aceh melibatkan semua pihak yang memiliki kepentingan pada Dapil untuk hadir dan memberikan masukan bagi usulan tersebut. [kipbna]